Senin, 08 Agustus 2016

Home » » Seperti Apa Gua Hira dan Tsur?

Seperti Apa Gua Hira dan Tsur?

VIVA.co.id - Dalam setiap kisah terkait Nabi Muhammad SAW, dua gua ini, Hira dan Tsur, kerap disebut. Di Gua Hira, Rasulullah pernah mengalami ketakutan yang amat sangat, usai menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat Jibril.
Saat pulang ke rumah, tubuhnya gemetar, hingga sang istri, Khadijah, harus menyelimuti dan menemaninya sampai hilang rasa takut itu. Para ahli sejarah meyakini peristiwa itu terjadi pada 17 Ramadhan 41 Hijriyah (6 Agustus 610 Masehi).
Diketahui beberapa tahun sebelum dan setelah menikahi Khadijah binti Khuwalid, Muhammad SAW kerap menyendiri dan menyepi di Gua Hira untuk melakukan Tahanus (tafakur). Muhammad SAW biasanya pergi dengan berbekal makan dan minum secukupnya. Jika bekalnya habis, Rasulullah akan pulang mengambil bekal untuk hari-hari berikutnya, sampai suatu ketika datanglah malaikat Jibril membawa wahyu pertama, surah Al-Alaq ayat 1-5, yang membuatnya gelisah dan ketakutan.
Jangan membayangkan Gua Hira yang berada 5 km di utara Mekah ini memiliki ukuran besar yang mampu menampung banyak orang. Gua yang terletak di Jabal (gunung) Nur ini berukuran sangat kecil. Berada di atas gunung setinggi 200 meter yang terjal berbatu, lagi gersang.
Mendaki gunung ini sedikitnya dibutuhkan waktu sekitar dua jam. Gua Hira sendiri terletak di antara dua batu raksasa yang sangat dalam dan sempit. Luas gua ini hanya cukup untuk tidur tiga orang berdampingan. Tingginya kira-kira dua meter. Di ujung kanannya terdapat lubang dengan pemandangan kawasan gunung dan bukit ke arah Mekah. Setiap musim haji/umrah, tidak sedikit jemaah yang menyambangi gua ini.
Biasanya jemaah akan berangkat dari pemondokan mereka di Mekah pagi hari sebelum terbit sinar mentari untuk menghindari sengatan panas matahari di siang hari.
Sedangkan Gua Tsur merupakan gua tempat persembunyian Nabi Muhammad SAW dan sahabat tercintanya, Abu Bakar Siddiq, dari kejaran kaum kafir Mekah. Keduanya bersembunyi di gua ini selama tiga hari.
Seperti halnya Gua Hira, Gua Tsur juga terletak di atas puncak gunung, yakni Jabal Tsur yang jaraknya sekitar 7 km dari Masjidil Haram arah ke Thaif. Gunung ini memiliki tiga puncak yang saling berhubungan. Gua Tsur terletak pada puncak ketiga. Jika jalan masuk Gua Hira hanya ada satu, dalam dan sangat sempit, Gua Tsur memiliki dua pintu pada bagian depan dan belakang. Bentuk guanya unik, mirip wajan atau kuali tertelungkup.
Ketika dikejar kaum kafir Mekah dalam perjalanan hijrahnya ke Madinah, dan bersembunyi di gua ini, Allah SWT menunjukkan kuasanya dengan menempatkan laba-laba di mulut gua, dan burung merpati yang sedang bertelur. Keberadaan laba-laba dan burung merpati ini membuat langkah kaum kafir terhenti, karena keyakinan mereka tidak mungkin gua tersebut dimasuki manusia.
Saat ini jarang ada orang yang mendaki JabalTsur karena sangat terjal. Bahkan pemerintah Saudi pun menjaga agar tidak ada pendakian karena medannya yang sangat berbahaya, sehingga kerap menimbulkan korban. Secara syariat pun tidak ada dalil yang memerintahkan untuk menziarahi tempat ini. (Buku Pintar Haji dan Umrah dan sumber lainnya)

Tidak Ada Komentar Pada Artikel » Seperti Apa Gua Hira dan Tsur?

Posting Komentar

Label terkait:
|widget|Tips n trik1|Tips n trik2|Suak Putat|Seputar Jambi|Sejarah|Saint|Kehidupan|Religi|Olahraga|Mp3|Layanan|Langka tapi Nyata|Game|Ekonomi|Aplikasi|Kamus Bahasa|

Diberdayakan oleh Blogger.