Senin, 06 Juni 2016

Home » » Ramadan, Permintaan Gula Merah Melonjak

Ramadan, Permintaan Gula Merah Melonjak

CIAMIS - Permintaan gula merah atau gula jawa dan gula aren menginjak bulan puasa melonjak tajam. Sejumlah pedagang dari luar daerah menyerbu sentra gula merah di Kota Banjar beberapa kecamatan produsen gula kelapa di tatar galuh Ciamis.
Melonjaknya harga gula aren dan gula aren , seiring dengan meningkatnya permintaan saat bulan ramadan. Pada saat bulan puasa banyak masyarakat yang membuat aneka makanan yang memergunakan gula merah.

Petani Desak Pemerintah Tetapkan Harga Patokan Gula
Bulog Belum Bisa Serap Gabah Milik Petani
Salah satu sentra penjualan gula aren yakni di wilayah sekitar Jembatan Ciseel, Desa Binangun, Kecamatan Pataurman, Kota banjar yang langsung berbtasan dengan kecamatan pamarican, kabupaten Ciamis. beberapa pedagang , menjajagkan gula kelapa dan gula aren.
Pantauan di sekitar jembatan yang memisahkan Kota Banjar dengan Ciamis, Senin 6 Juni 2016 selain pedagang gula kelapa dan gula aren bertambah, beberapa pedagang yang berjualan keperluan berbuka puasa juga mulai bermunculan.
"Biasanya sepi, tetapi hari pertama puasa langsung banyak yang membeli. Bisa sampai 50 bonjor (kemasan gula kelapa atau gula aren yang dibungkus dengan daun aren, isi 10 keping). udah-mudahan terus ramai sampai puasa selesai," ungkap Ny. Lilis (57) pedagang gila aren.
Dia mengatakan sesuai kualitas ada tiga harga gula aren, yakni kualitas super Rp 30.000 per bonjor, kualitas menengah Rp 23.000 dan yang paling murah Rp 16.000. "Gula yang asli paling mahal, sedangkan yang sudah diampur dengan gula pasir lebih murah," tuturnya.
Untuk membedakan kualitas, Lilis mengungkapkan, selain fisik gula, juga dapat dicium dari aroma gula tersebut. Saat ini kualitas, yang terbaik seharga Rp 30 ribu/bonjor, kualitas menengah Rp 23 ribu/bonjor dan yang termurah Rp 16 ribu/bonjor.
"Kalau yang murah itu sudah dicampur gula putih, jadi tidak 100 persen gula asli. Dari warna dan aromanya dapat diketahui apakah gula tersebut asli atau sudah dicampur dengan gula pasir atau tidak," kata Lilis.
Dia mengaku saat ini banyak pembeli atau pengusaha dari luar Kota Banjar memborong gula aren dan gula merah. Sebagain besar gula aren yang dijajakan pedagang di tempat tersbeut, didatangkan dari wilayah Kecamatan Pamarican, Cimaragas, dan Cidolog, Kabupaten Ciamis.
"Kami mulai sulit mendapat barang dagangan. banyak pengepul dari luar daerah yang memborong atau terlebih dahulu memberikan uang tanda jadi atau DP. Di lain pihak permintaan tengah tinggi," ujarnya.
Terpisah seorang pengepul khusus gula merah, Wagino Toyib, warga Rt 2 /Rw 2, Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis juga mengakui melonjaknya permintaan gula merah. Di lain pihak, pihaknya tidak dapat memenuhi permintaan, karena terbatasnya produksi.
"Setiap hari produksi tidak mungkin ditambah, karena jumlah pohon yang disadap juga tetap. Sekarang ini permintaan tengah melonjak sampai 200 persen, akan tetapi tidak semua permintaan dapat dipenuhi," tutur Wagino.
Dia mengatakan rata-rata per minggu mengumpulkan 2 ton gula merah dari penders atau perajin gula merah. Berbededa dengan gula areh, harga gula merah atau gula kelapa lebih murah. Saat ini ditingkat pengepul hanya Rp 11.000 - Rp 12.000, naik Rp 1.000 dari sebelumnya Rp 9.000 - Rp 10.000 per kilogram.
"Rumus biasanya, harga gula merah atau gula aren akan terus melonjak hingga pertenghan bulan puasa. Selanjutnya bertahap harganya menurun. Biasanya awal puasa banyak yang membuat makanan atau tajil dengan gula merah, akan tetapi kemudian berangsur menurun," kata wagino Toyib.
sumber: okezone.com

Tidak Ada Komentar Pada Artikel » Ramadan, Permintaan Gula Merah Melonjak

Posting Komentar

Label terkait:
|widget|Tips n trik1|Tips n trik2|Suak Putat|Seputar Jambi|Sejarah|Saint|Kehidupan|Religi|Olahraga|Mp3|Layanan|Langka tapi Nyata|Game|Ekonomi|Aplikasi|Kamus Bahasa|

Diberdayakan oleh Blogger.