Minggu, 21 Oktober 2012

Home » » Memahami Makna Idul Adha

Memahami Makna Idul Adha

Memahami makna Idul Adha
Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat,kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji. Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah,Tuhan semesta alam. Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail. Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan ataumempertahankan buah hati dengankonsekuensi tidak mengindahkan perintahNya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalamal Quran surat al Shaffat ayat 102-109. Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan kepada Tuhan. Model ketakwaan Nabi Ibrahim ini patut untuk kita teladani. Dari berbagai media, kita bisa melihat betapa budaya korupsi masih merajalela. Demi menumpuk kekayaan rela menanggalkan”baju” ketakwaan. Ambisi untuk meraih jabatan telah memaksa untuk rela menjebol ”benteng-benteng” agama. Dewasa ini, tata kehidupan telah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita teladani sosok Nabi Ibrahim. Berusaha memaksimalkan rasa patuh dan taat terhadap ajaranagama. Di samping itu, ada pelajaran berharga lain yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail ini pada akhirnya digantikan seekor domba. Pesan tersirat dari adegan ini adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.

Ada 8 Komentar Pada Artikel » Memahami Makna Idul Adha

  1. tak ada anak setaat Ismail. anak dambaan setiap orang tua. tapi apakah nggak ada diskusi kritis si anak dengan ayahnya perihal tersebut ya Bang?

    BalasHapus
  2. itu sebuah pengorbanan yang amat berat.. untuk sekarang ini saya rasa amat susah jika ada yang seperti itu...

    BalasHapus
  3. ehm.. renungan sederhana tapi mengena. ibadah haji bagi yang mampu, yang belum mampu paling tidak di mulai dari kurban,seperti yang di contohkan nabi ibrahim

    BalasHapus
  4. ehm. cocok di baca untuk para koruptor yang tidak malu sama nabi Ibrahim. penggen di penggal juga dia apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Koruptor memang enaknya ditembak mati

      Hapus
  5. Saya setuju dan sepakat dengan ide mas, Bagi saya idul qurban juga mengajarkan bahwa kita harus saling berbagi rezeki kepada sesama. Tidak harus dengan daging kurban saja, tetapi lebih dari itu. Memberikan kepada mereka yang kurang beruntung bisa dengan cara apa saja, dengan makanan, dengan beasiswa, juga bisa

    BalasHapus
  6. setuju tentang makna dibalik digantikannya Nabi Ismail dengan domba, bahwa setiap nyawa manusia itu adalah sangat berharga, bahkan disebutkan menghilangkan nyawa 1 orang muslim sama dengan menghilangkan seluruh nyawa manusia didunia ini, betapa islam menghargai setiap nyawa manusia

    BalasHapus
  7. iya bener sob kebanyakan sekarang taat kepada tuhan udah jarang banget kaya korupsi dan sejenisnya ,,, Nabi Ibrahim As patut kita teladani ...

    BalasHapus

Label terkait:
|widget|Tips n trik1|Tips n trik2|Suak Putat|Seputar Jambi|Sejarah|Saint|Kehidupan|Religi|Olahraga|Mp3|Layanan|Langka tapi Nyata|Game|Ekonomi|Aplikasi|Kamus Bahasa|

Diberdayakan oleh Blogger.